Muara Enim - Staf Ahli Pemerintahan Hukum dan Politik Juli Jumantan Nuri, didampingi Kepala Dinas Ketapang Syamsiah memimpin Tim Satuan Tugas Ketahanan Pangan (Satgas Ketapang) Kabupaten Muara Enim memonitoring ketersediaan dan harga bahan pangan menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 di Pasar Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Kamis (12/2).
Dari hasil monitoring tersebut, Juli menyampaikan bahwa secara umum ketersediaan 13 bahan pangan pokok strategis dalam kondisi aman dengan harga yang cenderung fluktuatif.
Turut didampingi Camat Gelumbang Herry Mulyawan, dan Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfo-SP, Zeno Zasman, Staf Ahli menyebut terdapat lima Komoditas yang mengalami kenaikkan harga yaitu, cabai merah keriting Rp43.000/kg menjadi Rp45.000/kg, beras premium merk 555, wortel dan topi koki, Rp16.000/ kg melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.900/kg, cabai rawit merah Rp70.000/kg menjadi Rp80.000/kg. Kemudian minyak goreng merk kita Rp19.000/liter juga melampaui HET Rp15.700/liter dan tomat Rp7.000/kg menjadi Rp12.000/kg.
Lebih lanjut, Juli menyebut terdapat penurunan harga untuk komoditas bawang putih dari Rp35.000/kg menjadi Rp31.000/kg. sedangkan komoditas lain seperti kedelai, bawang merah, daging sapi, gula pasir, minyak goreng dan ikan kembung terpantau stabil.
Menyikapi hal tersebut, Staf Ahli mengimbau kepada para pedagang untuk tidak memanfaatkan momentum menjelang ramadan dengan menaikkan harga bahan pangan melampaui HET, kemudian kepada masyarakat untuk tidak panic buying dan berbelanja sesuai kebutuhan, sehingga jumlah permintaan pasar (demand) dengan jumlah stok bahan pangan seimbang yang akan bermuara ke stabilnya harga di pasar.





