Tanah Datar - Bupati Tanah Datar Eka Putra mengungkap kebutuhan jembatan aramco pascabanjir di Tanjung Sawah, Nagari Padang Laweh Malao, Kecamatan Batipuh Selatan.
“Kami sudah melaporkan ke Pak Dandim 0307 Tanah Datar dan juga sudah diteruskan ke Korem, jadi kami mohon ke Pangdam agar bisa membantu kami untuk membangun jembatan aramco di Jorong Tanjung Sawah, Nagari Padang Laweh Malalo,” ucap Bupati Eka Putra.
Hal itu disampaikannya ketika rapat sekaligus Focus Group Discussion (FGD) Forkopimda bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara virtual di Gedung Indo Jolito Batusangkar, Senin (5/1) malam.
Bupati Eka Putra juga melaporkan kepada gubernur Sumbar terkait lahan pertanian warga yang terdampak, seperti sawah sekitar 500 hektare dan untuk rehabilitasi lahan sudah diajukan ke Kementerian Pertanian.
"Mohon Pemprov Sumbar untuk ikut mengawal agar permohonan ini cepat terealisasi," ujar Bupati Eka.
Sementara terkait pembangunan sabodam di Tanah Datar, dikatakan Bupati Eka Putra, direncanakan akan segera dibangun 4 unit.
Bupati Eka Putra juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu recovery pascabencana dan upaya percepatan pemulihan terutama pada masa tanggap darurat.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan terkait data Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) seperti lahan pertanian, jalan, jembatan dan ekonomi masyarakat sudah tercantum di R3P.
"Mohon kepada bupati dan wali kota agar data tersebut yang terdampak tidak ada satu pun yang tertinggal," ujarnya
Gubernur Mahyeldi juga apresiasi bupati Tanah Datar yang juga berkomunikasi langsung dengan kementerian terkait. Ia berharap bupati dan wali kota yang lain juga dapat berkomunikasi dengan kementerian dengan data yang lebih komprehensif, sehingga penanganan dampak dari bencana lebih cepat.
Terkait infrastruktur jembatan, baik upaya penanganan jangka pendek maupun jangka panjang, Gubernur Mahyeldi berharap Balai Wilayah Sungai Lima lebih masif lagi berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota yang terdampak.
“Mana sungai-sungai yang belum tertangani, harus segera diatasi, seperti laporan dari kepala Balai ada 50 sungai yang akan disuplai alat berat lagi, dan itu dipastikan alat berat ada di sana, baik alat yang dari provinsi, dari kabupaten dan kota maupun dukungan dari Balai,” ujarnya.
Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan terkait rencana pembangunan cekdam ataupun sabodam memang masih perlu kajian yang lebih mendalam.
"Harus dengan standar yang tinggi sehingga benar-benar dapat mengatasi material banjir bandang yang akan menimbulkan bencana lebih luas," ujarnya.
Turut hadir dalam FGD tersebut Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, Asisten Setda Tanah Datar, Kepala OPD, Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, S.I.P., M.Han, mewakili Kapolres Tanah Datar, mewakili Kapolres Padang Panjang, mewakili Kajari Tanah Datar, mewakili Pengadilan Negeri Tanah Datar dan tamu undangan lainya.





